Apakah Anda ingin mulai bertani secara organik? Prinsip Pertanian Organik Berikut Ini Harus Dipelajari

Alih-alih fokus pada peningkatan ekspor produk organik, pemerintah seharusnya fokus pada peningkatan konsumsi produk organik di dalam negeri. Tentu saja, ini berpengaruh pada harga barang organik yang tidak cocok untuk semua orang. Faktanya, harga rendah sangat penting untuk meningkatkan pangsa pasar produk ini di dalam negeri. Dalam penanganan pasca panen, seperti pengolahan, penyimpanan, dan pengangkutan, produk organik dan non-organik tidak digabungkan. Produk pangan organik harus dijaga kemurniannya sejak sampai ke tangan konsumen.

Budidaya pertanian

Tanah tidak dibalik dan tidak terkena udara saat pengolahan tanah dikurangi. Ini menyiratkan bahwa nutrisi seperti nitrogen dan karbon, yang kurang mudah menguap, hilang. Eksploitasi lahan sawah secara intensif yang telah berlangsung bertahun-tahun mengakibatkan penurunan kesuburan tanah serta penurunan kualitas fisik dan kimia. Dengan kekayaan sumber daya hayati tropis yang unik, banyak sinar matahari, air, dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghargai alam, Indonesia memiliki banyak potensi untuk pertanian organik. Karena pasar global untuk barang-barang pertanian organik tumbuh pada tingkat 20% per tahun, produksi pertanian organik harus difokuskan pada tanaman dengan nilai ekonomi tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Technology-Indonesia.com, Jakarta – Praktik pertanian organik semakin populer di Indonesia seiring dengan kesadaran masyarakat akan keamanan pangan. Sistem pertanian alami yang memanfaatkan bahan alami atau organik digunakan oleh nenek moyang kita. Semua yang mereka lakukan didasarkan pada pengalaman pribadi dan informasi dari petani lain. Pertanian organik, tidak seperti pertanian konvensional, tidak menggunakan pestisida sintetis.

Pertanian organik adalah jenis manajemen produksi terpadu yang menghilangkan penggunaan pupuk buatan, pestisida, dan produk rekayasa genetika sekaligus mengurangi polusi di udara, tanah, dan air. Pertanian organik, di sisi lain, mempromosikan kesehatan dan produksi flora, satwa liar, dan manusia. Pertanian organik tidak dapat didefinisikan sebagai penggunaan input non-pertanian yang mengakibatkan kerusakan sumber daya alam. Sistem pertanian yang tidak menggunakan input eksternal namun mengikuti aturan pertanian organik, di sisi lain, dapat diklasifikasikan sebagai pertanian organik bahkan jika agroekosistem tidak menerima sertifikasi organik.

Konsumen paling banyak membeli produk lokal selama kompetisi Harbolnas, antara lain fashion dan sportwear. Hama harus dihindari dengan praktik kebersihan yang sangat baik secara umum, sesuai dengan pengendalian hama yang direkomendasikan. Perawatan pengendalian hama hanya boleh digunakan sebagai pilihan terakhir. [baris baru] E. Pasca panen, yang mencakup segala sesuatu mulai dari pengemasan hingga pengemasan hingga penghitungan hasil hingga penjualan dan pasar. Kompos dapat diaktifkan dengan memasukkan mikroorganisme atau menggunakan bahan yang sesuai. Pemisahan antara lahan organik dan konvensional untuk menghindari kontaminasi dari lahan konvensional.

Residu bahan kimia harus dihilangkan dari lahan yang digunakan untuk pertanian organik. Sebelum pembibitan, pada lahan yang telah dalam masa konversi minimal 2 tahun sejak aplikasi kimia terakhir, dan minimal 3 tahun untuk tanaman semusim. Petani harus memanfaatkan sumber daya lokal di sekitar mereka, seperti yang dikatakan sebelumnya, untuk meningkatkan kemandirian mereka dan memutuskan ketergantungan mereka pada unsur-unsur produksi asing. Sumber daya lokal ini tidak dibatasi dengan cara apa pun, tetapi penggunaannya diizinkan sepanjang tidak mengganggu aturan yang mengatur penerapan Sistem Produksi Pertanian Organik. Dalam pertanian organik, harus ada keterkaitan ekologis dengan alam agar proses pertanian lebih efisien. Untuk mendukung kemudahan daur ulang ekologis ini, misalnya, kita harus menjaga kesuburan tanah dan kesehatan lingkungan.

Pemerintah seharusnya melakukan lebih dari sekadar membantu produsen agar diberi wewenang. Terkait ekspor, Bayu Krisnamurthi, Ketua Yayasan Bina Swadaya, mengatakan pasar produk organik Indonesia masih terbuka lebar. Sayangnya, karena masih banyak produsen yang belum mendapatkan sertifikat yang dipersyaratkan oleh negara tujuan utama ekspor organik, potensi tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Dari segi ekologi, telah ditetapkan bahwa lingkungan yang digunakan untuk pertanian organik lebih sehat dan tidak merusak ekosistem karena tidak menggunakan bahan kimia. Benih atau bibit yang belum mengalami perlakuan bahan yang dilarang dalam pertanian organik dapat digunakan pada tahap pertama. Manfaat berbagai jenis sampah daur ulang organik dalam memperbaiki kontur biologis tanah karena bahan kimia.

Menurut Sylvia, mendorong gerakan pertanian organik perlu dukungan pemerintah. Penyediaan peralatan mesin pencacah tanaman untuk bahan pengomposan salah satunya. Selanjutnya, pemerintah dapat menunjuk seseorang atau suatu lokasi sebagai pusat produksi produk organik. Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2001 di Amerika Serikat mengamati 150 musim tanam sereal dan kedelai dan menunjukkan bahwa pertanian organik menghasilkan antara 5% dan sebanding dengan pertanian konvensional. Lahan pertanian tanpa peternakan mungkin akan lebih sulit untuk mengembalikan kesuburan tanah, sehingga memerlukan penggunaan pupuk kandang sebagai sumber nitrogen yang baik. Namun, legum dapat digunakan sebagai tanaman penutup tanah untuk memberikan nitrogen.

Pertanian organik adalah jenis pertanian yang hanya menggunakan komponen alami dan menghindari penggunaan bahan kimia sintetis. Pertanian organik adalah metode budidaya tanaman secara alami dengan fokus pada perlindungan lingkungan dan pelestarian jangka panjang tanah dan sumber daya air kita. Pupuk buatan yang terbuat dari bahan bakar minyak, insektisida, dan makanan rekayasa genetika tidak digunakan dalam pertanian organik. Ketiga, jauhkan pupuk kimia sintetis dan zat pengatur tumbuh dari kebun Anda.

B) Sertifikasi internasional untuk pangsa ekspor dan kalangan tertentu di dalam negeri, seperti sertifikat SKAL atau IFOAM. Lamanya konversi lahan, tempat penyimpanan produk organik, benih, pupuk, dan pestisida, serta pengolahan hasil yang semuanya harus memenuhi persyaratan tertentu sebagai produk pertanian organik, hanyalah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pada tahun 1990, sebuah penelitian di ratusan peternakan mengungkapkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara pertanian organik dan konvensional berdasarkan pengetahuan 26 jenis tanaman pertanian dan dua produk ternak.

Sesuai dengan visi Nangun Sat Kertih Loka Bali, semua inisiatif ini akan dilanjutkan untuk menjadikan Bali sebagai Pulau Organik sekaligus membangun sistem pertanian yang berkelanjutan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Tidak mungkin mengubah daerah yang sedang dalam proses konversi menjadi produksi pangan organik atau daerah yang sudah bertransformasi. Jika Anda menggunakan input kimia lagi, produk yang dihasilkan tidak lagi organik, dan Anda harus menunggu setidaknya tiga tahun untuk menghasilkan item organik lagi.

Mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak terbarukan dengan memanfaatkan limbah dari tumbuhan dan hewan untuk menggantikan komponen yang hilang di dalam tanah. Petani organik didesak untuk meningkatkan efisiensi dan produksi segera setelah budidaya tanaman dimulai, dalam batas yang tidak membahayakan kesehatan dan kesejahteraan ekosistem saat ini. Ia melanjutkan, permintaan bahan pangan organik di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan meningkat sebagai akibat dari promosi yang relatif agresif dari produsen produk organik dan berbagai asumsi masyarakat bahwa bahan makanan organik lebih sehat dan unggul daripada yang konvensional. Tanaman organik memiliki rasa yang lebih menarik; misalnya beras organik akan membuat nasi lebih pulen, umbi-umbian akan terasa lebih lembut dan lezat, dan buah akan terasa lebih manis dan segar.

Karena strategi ini mendukung peningkatan kandungan bahan organik tanah dan mengurangi terjadinya erosi yang berdampak pada kualitas fisik tanah, maka penggunaan sistem organik secara tidak langsung akan melindungi aspek fisik, kimia, dan biologi tanah. tanah. Keuntungan lain dari ekologi pertanian organik adalah pelestarian dan konservasi keanekaragaman hayati, karena sistem ini tidak hanya menghindari penggunaan pestisida sintetis tetapi juga memungkinkan penciptaan spesies. Rotasi tanaman merupakan salah satu strategi pertanian organik; tumpangsari dengan cara ini menciptakan banyak keragaman untuk berbagai spesies mulai dari jamur mikroskopis hingga mamalia yang relatif lebih besar. Selain itu, demi keselamatan, kesehatan, dan masalah sosial, pertanian organik tidak menggunakan organisme hasil rekayasa genetika.

Untuk mencapai kualitas tertinggi dan hasil yang paling aman untuk dikonsumsi, sistem pertanian organik harus terus mengandalkan prinsip-prinsip organik. Sylvia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pertanian organik dapat digunakan untuk tanaman keras dan jangka panjang seperti kakao. Bukan hanya untuk sayuran, seperti yang selama ini diasumsikan banyak orang. Pada kenyataannya, sebagian besar petani ingin semuanya serba instan, meskipun proses organiknya tidak sederhana.

Semoga sahabat Hamparan semua terinspirasi untuk mulai menanam menggunakan teknik organik ini setelah membaca ini. Karena banyaknya keuntungan yang bisa diberikan oleh produk pertanian ini. Jika ini masih tidak memungkinkan, benih yang disarankan untuk pertanian organik dapat digunakan. Mulai dari awal pembibitan, proses budidaya sangat ketat, termasuk pemantauan asal benih, jumlah benih, tanggal pembibitan, perawatan sebelum disemai, dan perawatan sebelum tanam. Dalam esai ini, saya akan berbicara tentang pertanian, yang merupakan salah satu pekerjaan paling signifikan yang terkait dengan kebutuhan hidup. "Namun, akses pelanggan ke produk organik tidak selalu mudah," lanjutnya, "karena barang organik hanya tersedia di beberapa daerah yang sulit ditemukan."

Petani organik akan dapat meningkatkan hasil mereka di setiap musim tanam sebagai hasil dari keuntungan ini. Sementara itu, sistem organik tidak diragukan lagi lebih baik bagi lingkungan daripada sistem konvensional karena dua pendekatan untuk menangani input yang digunakan dalam proses pertanian tidak sesuai. Secara umum, pertanian organik memiliki pengaruh positif terhadap lingkungan dengan memperbaiki kondisi tanah yang telah dirugikan oleh penggunaan pupuk kimia atau pestisida, sehingga biologi dan kimia tanah dapat dipulihkan.

Misalnya, jika biaya pembuatan sayuran A adalah Rp. 3.000 per kilogram, SOM akan membelinya seharga Rp. 6.000. Jadi, tergantung pada biaya produksi dan masing-masing komoditas, keuntungan petani biasanya berkisar antara % sampai %. Petani menghasilkan uang, pelanggan menghemat uang, dan banyak lainnya mendapatkan pekerjaan dan manfaat baru.

Metode pengelolaan gulma meliputi mulsa jerami, tanaman penutup tanah, dan genangan air sementara. Limpasan dari lahan pertanian, yang merupakan kombinasi dari pupuk sintetis dan pupuk kandang, menyebabkan zona mati meluas di Teluk Meksiko. Pertanian bertanggung jawab atas lebih dari setengah nitrogen yang dipancarkan ke Teluk Meksiko.